Polluxtier – Masyarakat kembali dibuat khawatir setelah BPOM menemukan puluhan produk obat herbal berbahaya yang ternyata mengandung bahan kimia obat tersembunyi. Temuan ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar produk dipasarkan sebagai obat stamina pria, pegal linu, hingga penggemuk badan. Padahal, banyak masyarakat selama ini percaya bahwa obat herbal lebih aman karena berbahan alami. Namun, hasil pengawasan BPOM justru menunjukkan adanya kandungan obat keras yang berisiko menyebabkan gangguan jantung, kerusakan ginjal, hingga kanker jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis. Selain itu, beberapa produk bahkan tidak memiliki izin edar resmi atau menggunakan nomor izin palsu. Situasi ini membuat masyarakat diingatkan kembali untuk lebih berhati-hati memilih produk kesehatan, terutama yang menjanjikan hasil instan dalam waktu cepat.
Mayoritas Produk Temuan BPOM Adalah Obat Kuat Pria
Dari hasil pengawasan BPOM periode Maret 2026, ditemukan sebanyak 22 merek obat bahan alam yang mengandung bahan kimia obat tersembunyi. Menariknya, sebagian besar produk tersebut merupakan obat stamina pria yang banyak dijual bebas di pasaran. Produk-produk itu diketahui mengandung zat seperti sildenafil, tadalafil, dan nortadalafil yang sebenarnya termasuk obat keras. Selain itu, beberapa produk juga dicampur metil testosteron yang berbahaya jika digunakan tanpa pengawasan dokter. Banyak masyarakat mungkin tidak sadar bahwa konsumsi obat seperti ini dapat memicu gangguan kesehatan serius. Karena itu, BPOM menilai praktik pencampuran bahan kimia ke dalam obat herbal sangat membahayakan konsumen. Produk yang dijual sebagai “herbal alami” ternyata bisa membawa risiko kesehatan yang jauh lebih besar dibanding yang dibayangkan masyarakat.
Baca Juga : Sering Haid Tidak Teratur? Bisa Jadi Ini Salah Satu
Kandungan Obat Keras Bisa Picu Gangguan Jantung
Menurut Kepala BPOM, Taruna Ikrar, penggunaan bahan kimia obat dalam produk herbal sangat berbahaya karena dosisnya tidak diketahui secara pasti. Selain itu, kandungan seperti sildenafil dan tadalafil seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan medis. Jika dikonsumsi sembarangan, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan jantung, stroke, bahkan kematian mendadak. Banyak pengguna obat herbal biasanya tergoda karena produk menjanjikan efek cepat dan hasil instan. Namun, di balik klaim tersebut ternyata tersembunyi risiko kesehatan yang cukup serius. Karena itu, BPOM mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada promosi produk herbal yang terlalu berlebihan. Dalam beberapa kasus, efek samping baru terasa setelah produk dikonsumsi dalam jangka panjang sehingga pengguna sering terlambat menyadari bahayanya.
Produk Pegal Linu Juga Ditemukan Mengandung Zat Berbahaya
Tidak hanya obat kuat pria, BPOM juga menemukan produk herbal pegal linu yang mengandung bahan kimia berbahaya. Beberapa produk diketahui mengandung deksametason, natrium diklofenak, asam mefenamat, dan prednisolon. Zat-zat tersebut memang biasa digunakan dalam dunia medis, tetapi harus sesuai dosis dan pengawasan dokter. Jika dikonsumsi sembarangan dalam jangka panjang, kandungan tersebut bisa memicu kerusakan ginjal, perdarahan lambung, hingga gangguan hormon. Selain itu, penggunaan steroid tanpa kontrol medis juga dapat menyebabkan efek moon face yang membuat wajah membengkak secara tidak normal. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan membeli obat herbal pegal linu yang dijual bebas dengan klaim cepat sembuh atau langsung terasa khasiatnya.
Baca Juga :Air Kelapa Ternyata Punya Peran Penting dalam
Risiko Kanker Jadi Ancaman yang Paling Mengkhawatirkan
Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah adanya kandungan metil testosteron dalam beberapa produk herbal stamina pria. Zat ini termasuk golongan androgen atau anabolic steroid yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika digunakan dalam jangka panjang. Berdasarkan sejumlah penelitian internasional, penggunaan anabolic steroid tanpa pengawasan medis dapat memicu tumor hati dan kanker prostat. Selain itu, efek samping lain seperti gangguan hormon dan kerusakan organ juga bisa muncul secara perlahan. Banyak masyarakat sering tidak menyadari risiko tersebut karena produk dijual dengan label herbal alami. Padahal, kandungan bahan kimia tersembunyi justru membuat produk jauh lebih berbahaya. Karena itu, BPOM meminta masyarakat lebih teliti sebelum membeli produk kesehatan yang menjanjikan efek cepat.
Peredaran Produk Ilegal Lintas Negara Ikut Diwaspadai
BPOM juga mengungkap adanya informasi dari otoritas luar negeri terkait produk ilegal yang beredar di beberapa negara Asia. Produk tersebut diketahui mengandung bahan kimia obat dan dipasarkan tanpa izin resmi. Meski belum ditemukan beredar luas di Indonesia, pemerintah tetap meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan masuknya produk ilegal lintas negara melalui internet atau jalur tidak resmi. Selain itu, perkembangan belanja online membuat produk kesehatan ilegal kini lebih mudah dijual kepada masyarakat tanpa pengawasan ketat. Karena itu, BPOM terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi obat herbal dan suplemen kesehatan yang masuk ke Indonesia. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak menjadi korban produk berbahaya yang dipasarkan secara bebas melalui platform digital.
BPOM Minta Masyarakat Selalu Terapkan Cek KLIK
Sebagai langkah pencegahan, BPOM mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli produk kesehatan. Masyarakat diminta memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa produk dengan teliti. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mudah tergoda oleh produk herbal yang menjanjikan hasil instan atau efek cepat. Jika menemukan produk mencurigakan, masyarakat dapat melaporkannya melalui layanan HALOBPOM atau kantor BPOM terdekat. Kesadaran konsumen dinilai sangat penting karena banyak produk ilegal masih beredar akibat tingginya permintaan pasar. Di tengah maraknya penjualan online, masyarakat kini perlu lebih cerdas memilih produk kesehatan agar tidak menjadi korban obat herbal berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.