Polluxtier – Sirkuit Mandalika kembali menjadi saksi persaingan sengit para pembalap terbaik Indonesia dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026. Di tengah atmosfer balap yang penuh tekanan, Honda Racing Indonesia hadir dengan kepercayaan diri tinggi untuk melanjutkan tren positif mereka sepanjang musim. Sejak sesi latihan hingga balapan utama, tim menunjukkan kesiapan yang matang dan strategi yang terukur. Performa para pembalap muda yang semakin berkembang juga menjadi nilai tambah yang membuat tim tampil kompetitif. Dukungan teknis yang solid serta kemampuan mobil menjaga konsistensi sepanjang balapan menjadi kombinasi yang sulit ditandingi lawan. Tak heran jika hasil yang diraih di Mandalika menjadi salah satu pencapaian penting bagi Honda Racing Indonesia musim ini. Lebih dari sekadar kemenangan, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras tim selama ini mulai membuahkan hasil yang signifikan.
Honda Brio RS Kembali Membuktikan Daya Saingnya
Di kelas ITCR 1200 yang dikenal sangat kompetitif, Honda Brio RS kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu mobil balap paling tangguh di lintasan nasional. Menghadapi 33 peserta yang siap bersaing hingga lap terakhir, Brio RS tampil stabil dan mampu mempertahankan performa terbaiknya sepanjang akhir pekan balap. Mobil ini menunjukkan keseimbangan yang baik antara akselerasi, handling, dan daya tahan, sehingga memberikan kepercayaan penuh kepada pembalap untuk tampil agresif saat dibutuhkan. Selain itu, pengaturan teknis yang dilakukan tim terbukti efektif dalam menghadapi karakteristik lintasan Mandalika yang menuntut presisi tinggi. Keberhasilan Brio RS meraih hasil maksimal menjadi bukti bahwa mobil hatchback andalan Honda tersebut masih sangat kompetitif di kelasnya. Prestasi ini sekaligus memperkuat reputasi Brio RS sebagai salah satu senjata utama Honda Racing Indonesia dalam perburuan gelar juara nasional.
Baca Juga : Jadwal Siaran Langsung Haiti vs Skotlandia Grup C Piala Dunia 2026
Avila Bahar Tampil Gemilang dari Pole Position Hingga Finis Pertama
Salah satu sorotan utama pada putaran kedua Kejuaraan Nasional ITCR 1200 datang dari penampilan luar biasa Avila Bahar. Pembalap muda berbakat tersebut berhasil mengamankan pole position pada sesi kualifikasi dan memanfaatkan posisi strategis itu dengan sangat baik saat balapan berlangsung. Sejak lampu start padam, Avila langsung menjaga ritme balap yang konsisten sambil mengontrol tekanan dari para pesaing di belakangnya. Meski menghadapi persaingan ketat di kelas yang kerap disebut sebagai “kelas neraka”, ia tetap mampu mempertahankan fokus hingga akhir lomba. Kemampuan membaca situasi balapan serta menjaga performa mobil menjadi kunci keberhasilannya. Setelah melewati puluhan menit penuh ketegangan, Avila akhirnya menyentuh garis finis di posisi pertama dengan catatan waktu yang impresif. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa dirinya semakin matang dan siap bersaing di level tertinggi balap nasional.
Andri Abirezky Berjuang Keras Mengamankan Posisi Empat Besar
Selain kemenangan Avila Bahar, Honda Racing Indonesia juga mendapat kontribusi penting dari Andri Abirezky yang tampil penuh semangat sepanjang balapan. Meski harus memulai lomba dari posisi kelima akibat pelanggaran track limit saat kualifikasi, Andri tidak menyerah begitu saja. Ia justru menunjukkan mental bertarung yang kuat dengan terus menekan lawan-lawannya sejak lap awal. Berkat strategi yang tepat dan kemampuan menjaga konsistensi kecepatan, Andri perlahan mampu memperbaiki posisinya. Setiap lap menjadi kesempatan untuk mendekati pembalap di depannya dan menjaga peluang finis di kelompok teratas. Usahanya akhirnya membuahkan hasil ketika ia berhasil mengamankan posisi empat besar hingga garis finis. Pencapaian ini sangat penting karena membuat Honda Racing Indonesia berhasil menempatkan dua mobil Brio RS di jajaran terdepan, sebuah hasil yang semakin memperkuat dominasi tim pada musim 2026.
Baca Juga :Jadwal Siaran Langsung Haiti vs Skotlandia Grup C Piala Dunia 2026
Honda Civic Type R Turut Menyumbang Hasil Positif
Keberhasilan Honda Racing Indonesia di Mandalika tidak hanya datang dari kelas ITCR 1200. Pada kategori ISTCR 3600 Seeded A, Alvin Bahar juga berhasil membawa Honda Civic Type R FL5 meraih posisi runner-up. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Honda memiliki kekuatan merata di berbagai kelas balap nasional. Sepanjang perlombaan, Alvin menunjukkan pengalaman dan kemampuan luar biasa dalam mengelola mobil di tengah persaingan yang sangat kompetitif. Civic Type R tampil meyakinkan dengan performa mesin yang kuat serta stabilitas yang baik saat melibas tikungan demi tikungan. Meskipun belum berhasil meraih kemenangan, podium kedua tetap menjadi hasil yang sangat berharga bagi tim. Tambahan poin dari kelas ini juga membantu memperkuat posisi Honda Racing Indonesia dalam persaingan musim 2026. Kehadiran Civic Type R semakin menunjukkan kedalaman skuad dan kesiapan tim menghadapi tantangan berikutnya.
Evaluasi Menjadi Kunci Menghadapi Putaran Selanjutnya
Di balik hasil positif yang diraih, Honda Racing Indonesia tetap melihat adanya ruang untuk perbaikan. Alvin Bahar menegaskan bahwa tim akan segera melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan performa kendaraan pada putaran berikutnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah temperatur ban yang meningkat pada lap-lap akhir sehingga memengaruhi keseimbangan mobil. Situasi tersebut membuat tim menyadari pentingnya penyempurnaan setelan kendaraan agar mampu tampil lebih konsisten sepanjang balapan. Pendekatan seperti ini menunjukkan profesionalisme tim dalam menjaga daya saing. Alih-alih berpuas diri dengan hasil yang sudah diraih, Honda memilih terus mencari cara untuk berkembang. Filosofi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Honda Racing Indonesia mampu bertahan sebagai tim papan atas dalam balap nasional. Evaluasi yang tepat diyakini akan menjadi modal penting menghadapi seri berikutnya.
Modal Besar Menuju Perebutan Gelar Juara Nasional
Hasil yang diraih di Mandalika menjadi modal berharga bagi Honda Racing Indonesia dalam melanjutkan perjuangan musim 2026. Kemenangan Avila Bahar, finis empat besar Andri Abirezky, serta podium Alvin Bahar menunjukkan bahwa tim memiliki kombinasi ideal antara pembalap berbakat, mobil kompetitif, dan dukungan teknis yang kuat. Momentum positif ini tentu akan meningkatkan kepercayaan diri seluruh anggota tim menjelang putaran ketiga dan keempat yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Di sisi lain, para rival juga dipastikan akan melakukan berbagai persiapan untuk menghentikan laju Honda. Namun, dengan performa yang ditunjukkan sejauh ini, Honda Racing Indonesia memiliki alasan kuat untuk optimistis. Brio RS dan Civic Type R kembali membuktikan kapasitasnya sebagai andalan tim dalam mengejar target besar, yaitu meraih gelar juara nasional pada musim balap 2026.