Polluxtier – Chelsea kembali dikaitkan dengan Manu Kone setelah upaya mendapatkan gelandang AS Roma itu pada bursa transfer musim panas tidak membuahkan hasil. Menurut laporan yang dikutip dari Gazzetta dello Sport, Chelsea sebelumnya telah mengajukan tawaran senilai 60 juta euro. Namun, AS Roma menolak proposal tersebut. Atletico Madrid juga sempat mengajukan tawaran sekitar 45 juta euro, tetapi kembali mendapat penolakan. Kini, situasinya berubah karena Roma disebut memasang harga hampir 100 juta euro untuk Kone. Nilai tersebut menunjukkan betapa pentingnya pemain asal Prancis itu bagi proyek klub Italia tersebut. Selain itu, performanya yang terus berkembang membuat minat terhadap dirinya tetap tinggi. Chelsea sendiri masih membutuhkan tambahan tenaga di lini tengah. Karena itu, nama Kone kembali muncul sebagai salah satu pemain yang dipertimbangkan untuk memperkuat skuad pada tahun depan.
AS Roma Menaikkan Nilai Transfer Kone
Permintaan AS Roma yang mendekati 100 juta euro membuat pembicaraan mengenai transfer Kone menjadi semakin menarik. Klub Serie A tersebut memiliki alasan untuk mempertahankan valuasi tinggi terhadap gelandang Prancis itu. Kone masih terikat kontrak dengan Roma dan perannya semakin penting sejak Gian Piero Gasperini menangani tim. Selain itu, Roma disebut menjadikan sejumlah transfer gelandang bernilai tinggi sebagai acuan dalam menentukan harga. Nama seperti Sandro Tonali, Mateus Fernandes, Enzo Fernandez, dan Ayyoub Bouaddi menjadi bagian dari pertimbangan tersebut. Dengan situasi itu, Chelsea harus mempertimbangkan kembali nilai investasi jika benar-benar ingin membawa Kone ke London. Terlebih, tawaran sebelumnya sebesar 60 juta euro sudah ditolak. Oleh karena itu, negosiasi berikutnya berpotensi membutuhkan angka yang jauh lebih besar. Namun, keputusan akhir tetap akan bergantung pada pembicaraan antara klub dan perkembangan situasi sang pemain.
Baca Juga :Juventus Siapkan Langkah Permanen untuk Guglielmo Vicario
Performa Manu Kone Terus Menanjak
Perkembangan Manu Kone di AS Roma menjadi salah satu alasan utama munculnya ketertarikan dari klub-klub besar Eropa. Ia bergabung dengan Roma dari Borussia Monchengladbach pada Agustus 2024. Sejak kedatangan Gasperini, peran Kone semakin berkembang dalam sistem permainan tim. Pada musim 2025/2026, ia tampil dalam 37 pertandingan di berbagai kompetisi dengan lebih dari 2.500 menit bermain. Dalam periode tersebut, Kone mencetak dua gol dan tiga assist. Catatan itu kemudian berlanjut pada awal musim 2026/2027. Ia telah mengoleksi 375 menit dari enam pertandingan dan mencetak dua gol. Selain itu, Kone semakin sering mendapat kesempatan bersama Timnas Prancis. Perkembangan tersebut membuat profilnya semakin menarik. Ia bukan hanya menjalankan tugas bertahan, tetapi juga mampu bergerak lebih maju ketika diperlukan. Fleksibilitas inilah yang membuat namanya terus diperbincangkan dalam bursa transfer Eropa.
Gasperini Beri Peran Lebih Fleksibel
Di bawah arahan Gian Piero Gasperini, Manu Kone mendapatkan ruang untuk mengembangkan permainan yang lebih beragam. Gelandang berusia 25 tahun tersebut tidak selalu berada dalam posisi yang sama sepanjang pertandingan. Gasperini bahkan memainkannya lebih maju sehingga Kone dapat memberikan kontribusi ketika Roma membangun serangan. Perubahan tersebut membuat kemampuan Kone semakin terlihat. Ia memiliki kekuatan fisik untuk menghadapi duel, tetapi juga mampu membantu progresi bola. Sementara itu, fleksibilitas tersebut turut terlihat ketika Kone membela Timnas Prancis. Dalam pertandingan melawan Turkiye di UEFA Nations League, ia digunakan sebagai gelandang bertahan oleh Zidane. Perbedaan peran tersebut menunjukkan bahwa Kone dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik. Bagi klub seperti Chelsea, kemampuan menjalankan beberapa fungsi bisa menjadi nilai tambah. Namun, kebutuhan sebenarnya tetap bergantung pada struktur permainan serta komposisi lini tengah yang tersedia di skuad.
Baca Juga : Prediksi Jerman Vs Yunani: Klopp Memburu Kemenangan Perdana di Nations League
Chelsea Membutuhkan Tambahan di Lini Tengah
Ketertarikan Chelsea terhadap Kone tidak muncul tanpa alasan. Klub asal London tersebut menghadapi perubahan komposisi lini tengah setelah Enzo Fernandez meninggalkan tim untuk bergabung dengan Manchester City. Situasi itu membuat kebutuhan terhadap pemain baru semakin terasa. Selain itu, kondisi sejumlah gelandang juga menjadi perhatian. Romeo Lavia masih berusaha menemukan kondisi terbaiknya, sedangkan Moises Caicedo disebut menghadapi masalah cedera yang berulang. Valentin Barco juga masih beradaptasi dengan tuntutan Premier League. Di sisi lain, Jordan Henderson berada pada tahap akhir kariernya. Karena itu, Chelsea membutuhkan pemain yang dapat memberikan tenaga baru sekaligus fleksibilitas. Kone memiliki karakter fisik yang dinilai sesuai dengan permainan kompetitif Premier League. Ia juga mampu membawa bola ke area yang lebih maju. Meski demikian, proses adaptasi terhadap sepak bola Inggris tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan apabila transfer tersebut benar-benar terjadi.
Chelsea Pernah Mengajukan Tawaran 60 Juta Euro
Upaya Chelsea mendapatkan Manu Kone sebenarnya sudah berlangsung sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Klub Inggris tersebut dilaporkan mengajukan tawaran sebesar 60 juta euro kepada AS Roma. Namun, proposal itu tidak berhasil mengubah sikap Roma. Atletico Madrid juga sempat mencoba dengan tawaran sekitar 45 juta euro, tetapi pendekatan tersebut turut ditolak. Kini, posisi Roma semakin kuat setelah Kone menunjukkan perkembangan positif pada awal musim. Harga hampir 100 juta euro yang disebut menjadi tuntutan baru tentu menciptakan jarak besar dengan tawaran Chelsea sebelumnya. Situasi ini dapat membuat negosiasi berjalan lebih panjang. Di sisi lain, Chelsea harus menghitung kebutuhan tim dan nilai investasi secara hati-hati. Jika pembicaraan kembali berlangsung, kedua klub perlu menemukan titik temu mengenai harga. Sampai informasi tersebut berkembang lebih lanjut, Kone tetap menjadi pemain Roma dan masih menjalankan perannya bersama tim.
Persaingan Transfer Bisa Semakin Ketat
Minat Chelsea terhadap Manu Kone menunjukkan bagaimana performa konsisten dapat meningkatkan perhatian pasar transfer. Kone kini berada dalam posisi yang semakin penting di AS Roma. Selain tampil reguler, ia juga mulai memberikan kontribusi melalui gol pada awal musim 2026/2027. Pengalaman bersama Timnas Prancis turut memperkaya profilnya di level internasional. Namun, harga hampir 100 juta euro membuat transfer tersebut tidak sederhana. Chelsea perlu mempertimbangkan kebutuhan lini tengah, kondisi pemain yang tersedia, serta nilai ekonomi dari sebuah kesepakatan. Sementara itu, Roma memiliki alasan untuk mempertahankan pemain yang masih terikat kontrak dan berkembang di bawah Gasperini. Karena itu, jika Chelsea kembali mengajukan tawaran, pembicaraan kemungkinan akan berlangsung dengan angka yang menjadi perhatian utama. Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai kesepakatan baru. Yang jelas, nama Kone kembali berada dalam radar Chelsea menjelang bursa transfer berikutnya.