Polluxtier – Banyak orang percaya bahwa rasa pedas atau asam dalam makanan adalah penyebab utama sakit perut. Namun, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, menjelaskan bahwa masalah pencernaan lebih sering dipicu oleh bahan makanan tertentu, bukan rasa yang ditimbulkan. Dalam wawancara dengan Kompas.com, ia mengungkapkan bahwa makanan seperti cabai tertentu, bukan tingkat kepedasannya, bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ini menandakan bahwa setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap bahan makanan tertentu.
Cabai dan Sensitivitas Makanan: Makanan yang Memicu Gangguan Pencernaan
Dr. Suwito memberikan contoh bagaimana cabai rawit tidak masalah bagi beberapa orang, namun cabai merah keriting dapat menyebabkan sakit perut. Ini menunjukkan bahwa bahan makanan seperti cabai, bukan rasa pedasnya, yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan. Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda terhadap bahan makanan tertentu, dan ini penting untuk dipahami agar kita bisa menghindari makanan yang bisa memicu masalah pencernaan.
“Baca Juga : Mengatur Asupan Makan Tanpa Mengorbankan Kenikmatan“
Makanan Asam: Tidak Selalu Menjadi Penyebab
Seringkali, kita menganggap makanan yang asam sebagai penyebab utama sakit perut. Namun, dr. Suwito menekankan bahwa rasa asam dari makanan bukanlah penyebab langsung gangguan pencernaan. Ia menjelaskan bahwa yang lebih berpengaruh adalah bahan makanan itu sendiri, bukan intensitas rasanya. Misalnya, beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman setelah makan makanan yang mengandung bahan asam, seperti tomat atau cuka, meskipun rasa asamnya tidak terlalu kuat.
Pola Makan yang Tepat: Kenali Reaksi Tubuh Terhadap Makanan Tertentu
Penting untuk mengenali riwayat makanan yang dikonsumsi dan kaitannya dengan keluhan pencernaan. Dr. Suwito menyarankan agar kita memperhatikan pola makan dan keluhan yang muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu. Misalnya, jika seseorang sering merasa kembung setelah makan makanan yang mengandung santan, bisa jadi bahan santan yang menjadi pemicu masalah pencernaan. Memahami hal ini akan membantu kita menghindari bahan makanan yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
Penyebab Gangguan Pencernaan yang Individual
Menurut dr. Suwito, gangguan pencernaan tidak disebabkan oleh satu jenis makanan yang sama untuk semua orang. Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, orang yang sensitif terhadap gluten mungkin merasa tidak nyaman setelah makan makanan berbahan dasar terigu, sementara yang lain tidak akan merasakannya. Ini menunjukkan bahwa penyebab masalah pencernaan sangat bersifat individual dan berkaitan dengan bahan makanan, bukan rasa atau jenis makanan tertentu.
“Baca Juga : Kombinasi Sempurna Keto, Low Carb, dan Diet Mediterania untuk Hidup Sehat“
Tips Menghindari Gangguan Pencernaan
Untuk menghindari gangguan pencernaan, penting bagi kita untuk mengidentifikasi makanan yang berpotensi menimbulkan masalah. Mengurangi konsumsi makanan yang dikenal dapat menyebabkan perut kembung, sakit perut, atau diare adalah langkah yang bijak. Selain itu, menghindari makanan dengan tingkat kepedasan atau keasaman yang ekstrem juga dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan kita. Dengan memahami reaksi tubuh terhadap makanan, kita dapat lebih bijak dalam memilih bahan makanan yang aman untuk tubuh.
Pentingnya Mengenali Reaksi Tubuh Terhadap Makanan
Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap bahan makanan tertentu. Oleh karena itu, mengenali reaksi tubuh terhadap makanan yang kita konsumsi sangat penting. Jika kita merasa tidak nyaman setelah makan makanan tertentu, mencatat riwayat makanan dan keluhan pencernaan yang muncul bisa membantu kita menghindari bahan makanan yang berpotensi menyebabkan masalah. Dengan cara ini, kita bisa menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan kualitas hidup kita.