Polluxtier – MotoGP 2026 belum resmi dimulai, tetapi Yamaha sudah menerima sinyal yang tidak nyaman. Tes pramusim di Sepang pada 3–5 Februari 2026 menjadi panggung awal yang memperlihatkan jarak antara Yamaha dan para rivalnya. Di saat Alex Marquez mencatat waktu tercepat 1 menit 56,402 detik, para pebalap Yamaha bahkan belum mampu menembus 10 besar. Catatan terbaik justru datang dari Alex Rins dengan 1 menit 57,580 detik. Sementara itu, Fabio Quartararo mencatat 1 menit 57,869 detik sebelum harus pulang lebih cepat karena cedera jari. Dari sini, terlihat jelas bahwa Yamaha masih mengejar bayangan. Namun, yang membuat cerita ini menarik bukan sekadar angka, melainkan cara Quartararo menerima kenyataan dengan kepala dingin.
Quartararo Mengaku Belum Percaya Diri, Tapi Tidak Menyerah
Fabio Quartararo dikenal sebagai pebalap dengan karakter keras kepala dalam arti positif. Namun, kali ini ia justru tampil lebih realistis. Ia mengakui tidak bisa berkata dirinya percaya diri untuk bersaing di baris depan, karena data waktu putaran menunjukkan Yamaha masih tertinggal. Meski begitu, Quartararo tidak menjadikan kondisi ini sebagai alasan untuk menyerah. Ia memilih fokus pada hal yang bisa ia kontrol, yaitu memberi yang terbaik dan memacu motor sampai batas maksimal. Menariknya, pernyataan ini terasa sangat manusiawi. Ada rasa kecewa, tetapi juga ada penerimaan. Dalam olahraga sekeras MotoGP, menerima posisi tertinggal adalah langkah mental yang berat. Namun, Quartararo seperti ingin menegaskan bahwa musim 2026 bukan soal gengsi, melainkan soal bertahan dan membangun ulang.
“Baca Juga : Daftar Pelatih yang Diberhentikan pada Musim 2025/2026“
Mesin V4 Yamaha Masih Jadi Harapan, Tapi Belum Jadi Jawaban
Salah satu sorotan utama adalah Yamaha YZR-M1 yang kini mengusung mesin V4. Perubahan ini jelas bukan proyek kecil. Yamaha seperti sedang membongkar ulang identitas teknisnya demi mengejar Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda. Namun, dari hasil tes Sepang, motor itu belum menunjukkan hasil yang cukup untuk membuat Quartararo yakin. Selain itu, ia juga menyadari betapa cepatnya para rival hanya dalam satu hari pertama tes. Ini bukan sekadar soal perbedaan 1 detik, tetapi soal momentum. Ketika pabrikan lain sudah “klik” sejak awal, Yamaha masih mencari arah. Meski begitu, mesin V4 tetap menjadi titik terang. Karena, jika proyek ini berhasil, Yamaha bisa kembali ke jalur kompetitif dalam jangka menengah.
Cedera Jari Membuat Quartararo Kehilangan Waktu Berharga
Di tengah situasi yang sudah sulit, Quartararo justru harus pulang setelah hari pertama tes karena cedera jari tangan. Ini membuatnya melewatkan dua hari penting di Sepang, padahal Yamaha sangat membutuhkan masukan dari pebalap utamanya. Cedera seperti ini memang tidak selalu terlihat besar bagi publik. Namun, dalam dunia balap, kehilangan dua hari tes adalah kerugian yang nyata. Selain itu, Quartararo juga kehilangan kesempatan untuk membangun feeling dengan motor baru. Ini seperti sedang belajar bahasa baru, lalu tiba-tiba kelasnya dihentikan. Meski begitu, Quartararo tetap berusaha tenang. Ia tidak menyalahkan keadaan. Ia juga tidak membuat drama. Sebaliknya, ia memilih kembali, memulihkan diri, dan menunggu kesempatan berikutnya untuk memperbaiki kekurangan Yamaha.
“Baca Juga :Jadwal Lengkap Manchester United Musim 2025/2026“
Yamaha Tertinggal Jauh, dan Quartararo Tidak Menutupinya
Yang membuat pernyataan Quartararo terasa kuat adalah kejujurannya. Ia mengatakan Yamaha tertinggal sangat jauh, dan mereka harus menerimanya. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sebenarnya tajam. Karena banyak pebalap biasanya memilih jawaban aman demi menjaga citra tim. Namun, Quartararo justru menegaskan fakta. Ia tahu posisi Yamaha saat ini, dan ia tidak ingin membangun ekspektasi palsu. Selain itu, ia menekankan bahwa bekerja keras adalah satu-satunya jalan. Di titik ini, saya melihat Quartararo bukan hanya sebagai pebalap, tetapi juga sebagai pemimpin mental di garasi Yamaha. Ia seperti sedang menyiapkan dirinya dan fans untuk musim yang mungkin berat, tetapi tetap harus dijalani dengan kepala tegak.
Tes Buriram Jadi Kesempatan Terakhir Yamaha Menambal Kekurangan
MotoGP 2026 masih memberi Yamaha satu kesempatan besar sebelum musim dimulai, yaitu tes resmi pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 21–22 Februari 2026. Tes ini akan menjadi momen krusial, karena setelah itu semua akan dihitung dalam balapan. Selain itu, Buriram juga penting karena karakter lintasannya berbeda dari Sepang. Ini bisa memberi gambaran apakah masalah Yamaha bersifat spesifik lintasan atau memang fundamental. Yamaha harus memanfaatkan tes ini untuk memperbaiki grip, akselerasi, serta stabilitas saat keluar tikungan. Jika tidak, jarak dengan pabrikan lain bisa makin lebar saat musim berjalan. Karena itu, Buriram bukan sekadar tes. Ini adalah ujian terakhir sebelum Yamaha benar-benar masuk arena perang.