Polluxtier – Bagi banyak orang, lari maraton adalah tentang mencapai waktu terbaik dan menaklukkan jarak. Namun, bagi aktor Daffa Wardhana, maraton lebih dari sekadar olahraga. Melalui keikutsertaannya di berbagai ajang maraton internasional, Daffa menjadikan lari sebagai sarana untuk menyuarakan isu sosial. Ia menggunakan platform ini untuk menggalang dukungan bagi mereka yang membutuhkan, mengubah garis finish menjadi simbol harapan bagi banyak orang.
Pengalaman di Sydney Marathon: Menggalang Dana untuk Rumah Singgah
Daffa tidak hanya berlari untuk mencapai garis finish. Saat mengikuti Sydney Marathon pada Agustus 2025, ia menyematkan misi sosial di balik setiap langkahnya. Dengan menyelesaikan jarak 42 kilometer dalam waktu kurang dari empat jam, ia juga menggalang dana untuk membantu keluarga pasien anak yang membutuhkan tempat tinggal selama proses pengobatan. Dari misi ini, Daffa berhasil mengumpulkan sekitar Rp 140 juta, yang disalurkan untuk pembangunan rumah singgah dengan bantuan Ronald McDonald House Charities.
Suarakan Isu Kesehatan: Thalassemia di Berlin Marathon
Ini bukan kali pertama Daffa menghubungkan maraton dengan aksi sosial. Pada ajang Berlin Marathon sebelumnya, ia turut mengangkat isu thalassemia. Daffa berkenalan dengan seorang fotografer yang anaknya harus menjalani transfusi darah secara rutin. Hal ini membuatnya tergerak untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran tentang thalassemia, sebuah penyakit yang jarang mendapatkan perhatian luas. Melalui maraton, Daffa membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi sarana untuk membuka percakapan tentang isu kesehatan yang sering terabaikan.
Olahraga Sebagai Sarana Kampanye Sosial
Daffa percaya bahwa maraton bukan hanya tentang menggalang dana, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran. Ia menilai kampanye sosial bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti mengajak masyarakat untuk berdonor darah atau mengenalkan penyakit tertentu yang kurang mendapat perhatian. Olahraga, menurut Daffa, memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kampanye sosial, menjangkau audiens yang lebih luas, dan membuka ruang untuk percakapan tentang isu kesehatan.
Misi Sosial: Menginspirasi Melalui Pengalaman Pribadi
Pengalaman pribadi Daffa juga turut memengaruhi pandangannya mengenai isu rumah singgah. Daffa pernah mendampingi neneknya yang menjalani pengobatan kanker di Jakarta. Dari pengalaman itu, ia menyaksikan langsung betapa sulitnya bagi keluarga pasien untuk mencari tempat tinggal selama proses perawatan. Keprihatinan ini mendorongnya untuk lebih aktif dalam mendukung rumah singgah yang menjadi tempat berlindung bagi keluarga pasien anak.
“Baca Juga : Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Kulit dari Baju Thrifting yang Tidak Dicuci“
Daffa Wardhana: Menjadikan Maraton Sebagai Suara untuk Perubahan
Bagi Daffa, maraton adalah lebih dari sekadar tantangan fisik. Ia telah menjadikannya sebagai medium untuk menyuarakan isu-isu sosial dan kesehatan yang dekat dengan hatinya. Melalui setiap langkahnya, Daffa berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan terlibat dalam perubahan. Dengan setiap ajang maraton yang diikuti, ia terus membawa misi untuk membantu mereka yang membutuhkan, menjadikan olahraga sebagai alat untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat.
Perjalanan Daffa: Dari Lari ke Aksi Sosial
Daffa Wardhana membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Maraton yang ia ikuti bukan hanya tentang waktu atau jarak, tetapi tentang memberikan harapan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui partisipasinya, Daffa mengajak masyarakat untuk peduli pada isu-isu kesehatan, menggalang dukungan, dan berpartisipasi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik. Ia menunjukkan bahwa setiap langkah yang diambil bisa berarti lebih banyak untuk orang lain.