PolluxTier – Mudik menjadi tradisi tahunan yang dinantikan banyak orang di Indonesia. Namun, perjalanan panjang sering kali menimbulkan risiko kelelahan. Salah satu bahaya terbesar yang sering diabaikan adalah microsleep. Kondisi ini bisa terjadi tiba-tiba tanpa disadari oleh pengemudi. Akibatnya, banyak kecelakaan fatal yang terjadi di jalan raya.
Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat. Biasanya terjadi hanya dalam hitungan detik tanpa disadari. Ini sering dialami oleh orang yang mengalami kelelahan berat. Pada pengemudi, kondisi ini bisa sangat berbahaya saat berkendara. Bahkan sepersekian detik kehilangan fokus bisa berakibat fatal.
“Baca Juga : Bagaimana Perasaan Ole Romeny Setelah Mencetak Gol?”
Kelelahan menjadi faktor utama yang menyebabkan microsleep terjadi. Kurang tidur sebelum perjalanan meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Berkendara dalam waktu lama tanpa istirahat juga menjadi pemicu utama. Selain itu, mengemudi di malam hari memperbesar kemungkinan. Faktor lainnya adalah dehidrasi dan konsumsi makanan berat sebelum berkendara.
Seseorang yang mengalami microsleep biasanya menunjukkan beberapa tanda. Kelopak mata terasa berat dan sulit untuk tetap terbuka. Kepala sering terangguk-angguk tanpa disadari oleh pengemudi. Pikiran terasa kosong sejenak dan kehilangan fokus pada jalan. Kadang-kadang, kendaraan mulai keluar jalur atau melambat tanpa alasan jelas. Jika mengalami tanda-tanda ini, segera berhenti untuk beristirahat.
“Simak juga: Pelemahan Rupiah 2025: Peluang dan Tantangan Investasi di Pasar Valuta Asing”
Microsleep saat mengemudi bisa menyebabkan kecelakaan fatal di jalan raya. Dalam beberapa kasus, kendaraan bisa keluar jalur dan menabrak objek di sekitar. Jika terjadi di jalan tol, risiko tabrakan beruntun menjadi lebih besar. Bahkan satu detik kehilangan fokus bisa membuat pengemudi kehilangan kendali. Oleh karena itu, penting untuk memahami betapa seriusnya ancaman ini.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah microsleep saat mudik. Pastikan tidur cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Beristirahat setiap dua jam sekali agar tubuh tetap segar selama berkendara. Hindari mengemudi dalam keadaan lelah atau setelah makan berat. Jika merasa mengantuk, segera cari tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Konsumsi air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Beberapa kendaraan modern kini dilengkapi fitur peringatan kelelahan. Sensor pada mobil dapat mendeteksi jika pengemudi kehilangan fokus. Alarm akan berbunyi jika kendaraan mulai keluar jalur tanpa disengaja. Ada juga teknologi yang bisa memantau gerakan kepala dan mata pengemudi. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat microsleep.
Kesadaran akan bahaya microsleep harus ditingkatkan, terutama saat mudik. Banyak pengemudi masih mengabaikan tanda-tanda awal kelelahan. Kampanye keselamatan berkendara perlu digalakkan sebelum musim mudik tiba. Informasi tentang pentingnya istirahat harus disampaikan secara luas. Dengan edukasi yang baik, risiko kecelakaan bisa dikurangi.