NPD
PolluxTier – Belakangan ini, istilah NPD (Narcissistic Personality Disorder) semakin sering diperbincangkan di media sosial. Banyak orang mulai menyadari bahwa gangguan kepribadian ini dapat berdampak besar pada hubungan interpersonal. NPD bukan sekadar sikap egois atau narsistik biasa, tetapi merupakan kondisi psikologis yang lebih kompleks. Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah beberapa ciri utama NPD yang sering muncul.
Salah satu ciri utama seseorang dengan NPD adalah keinginan yang sangat besar untuk mendapatkan pujian dan pengakuan. Mereka sering mencari validasi dari orang lain untuk merasa berharga. Jika tidak mendapat perhatian yang cukup, mereka bisa merasa tidak dihargai atau bahkan marah. Hal ini membuat mereka sering membesar-besarkan pencapaian mereka agar dianggap lebih unggul dari orang lain.
“Baca Juga : Michele Di Gregorio Heran, Apa yang Kurang dari Timnya?”
Orang dengan NPD cenderung merasa bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Mereka percaya bahwa hanya mereka yang benar dan memiliki pandangan terbaik. Perasaan superior ini sering membuat mereka merendahkan orang lain, baik secara langsung maupun terselubung. Mereka juga sulit menerima kritik dan sering kali membalas dengan sikap defensif atau bahkan agresif.
Ketidakmampuan untuk memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain adalah ciri khas NPD. Mereka sulit untuk menunjukkan simpati atau memahami perspektif orang lain. Ketika orang di sekitar mereka mengalami kesulitan, mereka cenderung mengabaikannya atau bahkan menyalahkan korban. Kurangnya empati ini membuat mereka sulit membangun hubungan yang sehat dan harmonis.
“Simak juga: Myanmar Tangkap 270 WNA di Markas Penipuan Dekat Thailand”
Individu dengan NPD kerap menggunakan orang lain untuk kepentingan pribadi mereka. Mereka bisa bersikap sangat baik dan menawan di awal, tetapi jika sudah tidak lagi membutuhkan seseorang, mereka bisa bersikap dingin atau bahkan kejam. Manipulasi ini sering membuat orang di sekitarnya merasa terkuras secara emosional.
Meskipun terlihat percaya diri, seseorang dengan NPD sebenarnya sangat rapuh terhadap kritik. Mereka sulit menerima masukan atau saran karena merasa bahwa mereka tidak pernah salah. Jika dikritik, mereka bisa bereaksi secara berlebihan, marah, atau bahkan berusaha membalas dengan cara yang menyakitkan.
Orang dengan NPD sering kali menciptakan citra diri yang sempurna. Mereka ingin terlihat sukses, berpengaruh, atau dikagumi. Oleh karena itu, mereka sering membesar-besarkan pencapaian atau bahkan berbohong demi mempertahankan citra tersebut. Kehidupan mereka dipenuhi dengan usaha untuk mempertahankan kesan ideal di mata orang lain.
Karena sikap manipulatif, kurangnya empati, dan rasa superioritas, individu dengan NPD sering mengalami hubungan yang tidak sehat. Mereka sulit mempertahankan pertemanan atau hubungan asmara dalam jangka panjang. Orang-orang di sekitar mereka biasanya merasa lelah secara emosional dan akhirnya menjauh.
Gangguan kepribadian narsistik bukan sesuatu yang mudah diubah, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Terapi psikologis, terutama terapi kognitif perilaku, dapat membantu individu dengan NPD untuk memahami dan mengelola perilaku mereka. Namun, karena mereka sering kali tidak menyadari atau tidak mau mengakui masalahnya, proses penyembuhan bisa menjadi tantangan besar.